Tampilkan postingan dengan label PAPUA ENTERPRENEURS CLUB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAPUA ENTERPRENEURS CLUB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2008

Kenali Sumber Inspirasi Sukses

Siapa sih yang ‘nggak’ pengin sukses? Pasti semua mau dong. Bahkan tujuan manusia dalam hidup ini adalah mencapai kesuksesan, baik dalam karir maupun kehidupan pribadi. Tapi sebagai manusia biasa dengan segala keterbatasan, kadang kita menemui jalan buntu. Rasanya untuk mencapai sukses yang diidamkan susah sekali. Boro-boro mendapatkan karir bagus, bisa bertahan kerja di suatu tempat rasanya sudah sangat beruntung. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit ini.

Kondisi begini tak jarang menimbulkan ‘stagnasi’, semangat mengendor dan gairah seakan pudar. Kesuksesan yang dicita-citakan sepertinya cuma impian belaka. Di saat-saat begini rasanya tak ada ‘stimulus’ untuk melangkah menuju kesuksesan. Tapi stop! Jangan manjakan rasa pesimis anda. Apapun kondisinya masih ada jalan menuju sukses. Caranya? Yaitu dengan mencari sumber inspirasi sukses. Inspirasi tertentu konon dapat menggugah semangat kita untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
Mau tau nggak apa aja sih sumber inspirasi sukses itu? Ternyata menurut pengakuan beberapa orang sukses, ada empat sumber inspirasi sukses bagi mereka, simak deh:
* Kisah-kisah sukses di sekeliling anda
Kalau anda mau mengakui, sebenarnya banyak contoh sukses di sekeliling anda. Nggak perlu jauh-jauh, di keluarga anda mungkin ayah anda termasuk orang yang sukses dalam karirnya. Atau mungkin ada tetangga anda yang cukup sukses berwiraswasta. Atau lihatlah bos anda yang cukup sukses memimpin anak buah dan perusahaan. Tanyakan pada mereka atau amati bagaimana perjuangannya meraih sukses. Mungkin anda bisa meniru cara mereka menggapai sukses. Bukankah meniru jejak mereka yang sukses adalah hal positif?
* Kisah sukses public figure atau orang terkenal
Coba anda ikuti kisah sukses seorang tokoh terkenal yang menjadi idola anda. Bisa Bupati, Gubernur, politisi, pengusaha bahkan artis dan mereka – mereka yang berhasil melewati masa suram dalam hidup mereka dan kini mulai menikmati hasilnya. Simak bagaimana dia bisa meniti kesuksesan. Anda bisa mengetahuinya lewat surat kabar, televisi dan media yang memuat kisah suksesnya. Walau tidak berpengaruh langsung pada kesuksesan anda tapi kisah sukses orang-orang terkenal bisa menjadi sumber inspirasi anda untuk meraih sukses.
* Cerita fiksi
Coba anda amati kisah-kisah fiksi seperti film, sinetron, novel, atau telenovela. Meski ceritanya banyak yang tak masuk akal, tapi ada beberapa yang menyelipkan pesan positif meraih sukses. Walau ceritanya mustahil dan ‘ajaib’ tapi mungkin bisa menjadi sumber inspirasi anda.
* Bermimpi
Pernahkah anda bermimpi menjadi orang yang kaya, terkenal dan bahagia? Jika ya kembangkan mimpi anda. Tidak selamanya mimpi itu buruk. Jika anda terobesi akan mimpi anda, anda justru akan berusaha mewujudkannya. Bukankah kadang kesuksesan justru berawal dari sebuah mimpi dan khayalan?
Bagaimana dengan anda sendiri? sudahkah anda menemukan inspirasi sukses anda? Kalau sudah, inspirasi tersebut jangan cuma ‘ditampung’ dalam otak anda. Berusahalah untuk merealisasikan inspirasi tersebut. Siapa tahu sukses itu memang milik anda. (Amri/berbagai sumber)

Uang Tanah Bingung Mau Diapain

Tanya :
Saya dalam waktu dekat akan memperoleh hasil penjualan tanah, tapi saya bingung mau saya gunakan untuk usaha apa, supaya uang tersebut tidak habis percuma dan paling tidak meski tanah hilang saya punya sesuatu usaha yang bisa menjamin masa depan saya. Rencana saya uang tersebut mau saya gunakan untuk membeli mobil, bagaimana menurut Bang Pengasuh ? Mohon sarannya !
Nikodemus di Sarmi

Jawab :
Sdr. Nikodemus, saya salut dan angkat jempol buat anda, karena sudah memikirkan akan digunakan untuk apa uang hasil penjualan tanah, karena hal itu menunjukkan bahwa anda sudah berada di jalur orang – orang sukses yakni orang yang senantiasa membangun impian dan masa depannya melalui perencanaan yang matang serta tidak gegabah.
Setiap usaha pasti memiliki resiko dan tantangan tersendiri, namun bila kita mampu mencermati sebenarnya tidak ada masalah atau tantangan tanpa solusi termasuk dalam hal pengelolaan “uang kaget” semacam yang diterima oleh Sdr. Nikodemus.

Kebanyakan dari kita bila menerima uang kaget semacam itu yang terpikirkan adalah membeli kebutuhan konsumtif semisal TV, kulkas, motor, mobil, dan sebagainya yang sifatnya kebutuhan tersier (tambahan).

Yang perlu dilakukan sebenarnya adalah kita harus mampu melihat mana kebutuhan dan mana yang keinginan, dengan memperhatikan ketersediaan dana yang ada pada kita, seringkali begitu terima uang kita langsung foya – foya sehingga uang habis baru kita tersadar.

Untuk Sdr. Niko keterangan yang anda berikan tidak begitu lengkap, namun saya mencoba memberikan saran, yang perlu anda lihat dan pikirkan saat ini adalah apakah benar anda ingin memulai suatu usaha baru, jika belum siap lihatlah usaha yang sudah anda lakukan selama ini untuk menopang hidup sehari – hari, kenapa harus memulai usaha baru yang belum pasti peruntungannya.

Lebih baik usaha yang sudah anda geluti saat ini yang dikembangkan karena sudah terbukti mampu menopang keluarga, ciri – ciri seorang enterpreneur sudah anda miliki, yakni berpikir matang dan penuh perencanaan, jadi lihatlah apa yang kurang dalam usaha anda saat ini.

Sekiranya anda seorang petani, maka tidak ada salahnya anda mengembangkan lahan pertanian, apalagi anda memiliki modal memadai, karena seorang entrepreneur di tuntut harus mampu membaca peluang dan kebutuhan pasar, apalagi kita tahu harga sayuran di Sarmi membubung tinggi, jadi tidak ada salahnya anda mencoba bergerak di sector tersebut, andai anda ingin berusaha lainnya semacam kios (perdagangan) bergeraklah di sector yang sama dengan pekerjaan anda sehari – hari yakni petani.

Yang perlu anda lakukan untuk mengembangkan usaha pertanian anda saat ini adalah melihat apa persoalan dan masalah atau kekurangan usaha anda, bila tidak memiliki alat mengolah tanah karena selama ini hanya pakai sekop atau cangkul, anda bisa membeli hand traktor, karena selain anda gunakans sendiri juga dapat di sewakan kepada petani lain, sehingga investasi anda tidak sia – sia.

Atau bila anda merasa belum menguasai teknik – teknik pertanian yang memadai, atau anda ingin focus di kenal sebagai petani spesial tanaman hias misalnya, atau tanaman organic jelas yang harus anda lakukan adalah mencari informasi atau mengikuti pelatihan tentang itu, bisa beli buku – buku yang anda inginkan, atau bila perlu dengan dana yang ada ikutilah pelatihan di beberapa lembaga di luar Papua yang menggelar, IPI – Papua memiliki jaringan pada beberapa lembaga yang bergerak di sector tersebut dan menyediakan paket – paket pelatihan dengan biaya yang terjangkau.

Ingat investasi yang paling berharga dan tak ternilai adalah “pengetahuan”, karena dengan itu anda bisa menghasilkan banyak uang, tapi pengetahuan yang diterapkan, bukan sekedar di ketahui, karena selama ini berkembang persepsi yang salah di kalangan masyarakat, mereka mengikuti pelatihan sekedar “untuk tahu bukan untuk bisa”.

Atau dengan uang yang ada anda bisa menggaji orang untuk memperluas areal kebun kakao anda misalnya, atau merawat kebun kakao anda, dan bila anda berkeinginan kuat untuk terjun ke sector perdagangan anda bisa memulai sebagai penyedia kebutuhan pertanian di Sarmi, obat – obatan, benih sayuran maupun penangkaran bibit.

Yang perlu anda lakukan adalah menyediakan dana awal untuk membeli barang – barang yang mau di jual, dan sudah pasti menyediakan tempatnya, kalau anda belum punya tempat memadai dan tidak ada dana untuk membangun, jual secara bergerilya juga bisa, door to door, yang penting anda memiliki stok barang memadai, bisa juga cukup di pajang di depan rumah, tidak perlu khawatir barang anda tidak laku, toh anda bisa menggunakannya untuk mengolah kebun anda juga khan ?

Pada waktu belanja pertama, berusahalah anda menjalin hubungan yang baik dengan pemilik toko, jelaskan keinginan anda untuk membuka toko alat pertanian, siapa tahu mereka bisa mendukung untuk kelanjutan usaha anda, sehingga berikutnya anda cukup telepon saja barang yang mau di beli, bahkan kemungkinan ada kemudahan pembayaran di belakang, atau system konsinyasi (titip, tidak laku dikembalikan), sehingga anda tidak harus bolak – balik Sarmi – Jayapura misalnya.

Mengenaia keinginan membeli mobil (kendaraan) yang perlu anda lihat kembali tujuan pembelian, sekiranya hanya untuk gaya – gayaan sebaiknya urungkan niat anda, bila untuk tujuan mencari anda harus bisa melihat kebutuhan daerah, dan memperkirakan peluang usaha tersebut, apakah penumpang cukup memadai untuk kesinambungan usaha, jangan – jangan untuk Sarmi usaha angkutan umum (taksi) belum terlalu menjanjikan, karena orang masih lebih suka naik ojek misalnya, atau peraturan tentang hal itu belum ada.

Namun yang terpenting adalah keselamatan investasi anda, mobil sebagai benda bergerak sudah pasti memiliki resiko lebih tinggi ketimbang usaha pertanian dan toko alat – alat pertanian, resiko kecelakaan, kerusakan, apalagi bila anda belum terlalu menguasai mesin mobil dan menyerahkan sepenuhnya kepada orang lain (sopir) kemungkinan di permainkan sopir yang tidak jujur juga besar.

Dan ingat investasi (tanam modal) di benda bergerak, semakin tahun harga jualnya semakin menurun lain halnya bila kita tanam modal di tanah dan bangunan semakin tahun semakin naik harganya. Jadi saran saya kalau dana anda hanya cukup untuk beli sebuah mobil kredit lagi, dan itu menjadi sandaran kehidupan anda untuk masa depan urungkan saja niat untuk membeli kendaraan, sebaiknya usaha lainnya yang lebih aman.

Apalagi bila perilaku anda masih konsumtif (hura – hura, foya – foya atau mau pamer saja), saya yakin mobil tersebut tidak terlalu menghasilkan karena cenderung keinginan anda untuk menggunakan demi keinginan sendiri lebih kuat.

Kamis, 18 September 2008

Apa itu Enterpreneur

Tanya :
Apa yang dimaksud dengan entrepreneur ka ?, dan bagaimana agar kita bisa mempunyai usaha sendiri, karena saya sudah capek jadi karyawan di toko terus ! Thanks Bang Pengasuh.
Alex, 08524470xxxx

Jawab :
Seorang entrepreneur atau seorang wirausaha adalah sosok yang inovatif, kreatif, dan memiliki kemauan kuat untuk memulai usaha, dan mereka – mereka ini tersebar di berbagai bidang kehidupan tidak mesti seorang pedagang, bisa petani, nelayan, PNS, tukang ojek, bahkan tidak mesti pula ia adalah pemilik usaha, tetapi bisa jadi mereka juga sebenarnya adalah seorang karyawan atau pekerja. Yang menonjol dari para wirausaha ini adalah memiliki semangat yang tinggi, tidak gengsian, berorientasi pada tujuan, tidak pernah berhenti belajar dan mencoba, selalu bangkit bila jatuh, dan tidak pernah pelit terhadap sesama baik materi maupun ilmunya, seorang entrepreneur selalu ingin menjadi penerang bagi sekitarnya baik itu seterang lampu neon, petromaks, lilin atau seterang nyala korek api sekalipun. Itulah entrepreneur sejati.
Bang Alex yang mulai jenuh dengan pekerjaannya, tidak ada cara gampang untuk kaya, yang ada adalah cara gampang untuk belajar menjadi kaya, dan anda bisa mulai dari belajar menabung. Liat tabungan anda, sudah berapa banyak, dan coba pikirkan usaha apa yang anda bisa jalankan dengan modal segitu.
Kalo anda belum menabung sebaiknya sejak sekarang lakukanlah, untuk punya usaha sendiri anda tidak perlu keluar dari tempat kerja anda, makanya anda harus memilih usaha yang memang bisa anda lakukan tanpa harus berhenti bekerja itu lebih baik. Referensi saya tentang diri anda kurang sehingga agak susah membantu anda keluar dari masalah anda, persoalannya adalah bila anda terlalu “menghayal tinggi” ingin mengelola sebuah hotel misalnya padahal anda belum punya modal untuk bangun sebuah kamar kost saja, atau anda belum punya pengalaman lainnya. Jadi untuk mempunyai usaha sendiri anda harus mulai dengan apa yang ada pada diri anda, kecuali kalo anda berada dalam barisan proposal yang biasa minta dulu baru kerja dan tidak pernah membuahkan hasil. Kesungguhan anda bisa di ukur dari bagaimana anda memulai sebuah usaha.
Banyak bergaul, cari informasi peluang – peluang, karena untuk punya usaha bisa saja anda joint atau kerja sama dengan orang lain dahulu. OK, yang semangat ya !

PNS Bingung Memulai Usaha Ternak Ayam Potong

Tanya :
Saya seorang PNS di lingkungan Pemkot Jayapura, dapat warisan rumah dari Mertua dengan tanah yang lumayan luas, dan keinginan saya membuka usaha ternak ayam potong. Pertanyaannya bagaimana saya memulai dan dimana saya bisa memperoleh tambahan modal untuk rencana tersebut serta bagaimana menjalankannya tanpa harus mengganggu aktivitas saya sebagai PNS.
Andreas di Tanah Hitam – Abepura

Jawab :
Salut untuk Pak Andreas, jarang orang Papua yang punya keinginan kuat kayak Bapak !
Saya bukan pakar peternakan, jadi saya akan bicara tentang bagaimana memulai usaha peternakan, bukan bagaimana mengelolanya ya ! Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari dan mengumpulkan informasi awal dulu, apalagi bapak tidak memiliki basic atau pengalaman di usaha tersebut sebelumnya. Jadi anda bisa bertanya pada mereka yang sudah menjalankan usaha sejenis di sekitar rumah Bapak kalo ada, atau bisa membeli buku – buku tentang peternakan, di Toko Buku Gramedia Jayapura cukup banyak, atau kalo Bapak mau datang ke Pojok Baca Amelia di Sarmi juga banyak (tapi kejauhan ya Pak !), intinya banyaklah bertanya kepada mereka yang sedang atau sudah pernah jalankan usaha tersebut, termasuk juga yang pernah bangkrut, perlu Bapak ajak ngobrol.
Yang perlu bapak cari tahu adalah jalur perolehan bibit dan pakan ternaknya, jalur pemasaran dan peluang pasarnya, berapa modal, proyeksi keuntungan, dan yang terpenting adalah teknik memelihara ayam potong yang baik.
Mengingat Bapak seorang PNS yang tidak ingin terganggu aktivitas kantornya saya sarankan bekerja sama dengan pihak ketiga atau tidak mencari karyawan bisa dari keluarga atau siapa saja yang memiliki pengalaman atau pernah minimal beternak ayam di rumah sendiri, sehingga Bapak hanya mengontrol dan memastikan semua berjalan dengan baik.
Atau bisa juga bapak mulai secara kecil – kecilan dulu lah, hitung – hitung praktek dari buku – buku yang Bapak baca, juga sesuaikan dengan kondisi modal yang ada, mungkin mulai dari 50 ekor dulu, setelah Bapak menguasai secara baik teknik beternak yang baik barulah secara perlahan menambah jumlah ternaknya.
Masalah modal, sebagai PNS pasti bukanlah persoalan susah, tapi sekiranya belum punya modal yang memadai mulailah dengan apa yang ada, sambil belajar to ! tapi kalo memang Bapak ngebet mencari modal dengan harapan mau memulai usaha dalam skala besar karena sudah memiliki tenaga (pekerja) yang memadai misalnya, saya rasa sebagai PNS tidak susah untuk berhubungan dengan Bank.
Saran saya hindari Rentenir atau apapun namanya yang mematok bunga tinggi dan waktu pengembalian yang tidak tentu atau terlalu singkat, dan jangan gunakan uang pinjaman tersebut untuk kebutuhan konsumtif, rencanakan secara matang terlebih dahulu apa – apa saja keperluan dan kebutuhan anda, jadi berpatokan lah selalu pada rencana yang bapak sudah susun. Banyak orang yang sudah membuktikan bahwa mereka bisa, saya yakin Pak Andreas juga bisa !

Kiat Menggaet Pembeli, Toko Pakaian Yang Sepi

Pertanyaan :

Saya memiliki sebuah toko pakaian di wilayah Pasar Lama Sentani, dan usaha ini sudah saya tekuni selama kurang lebih 4 tahun, namun tidak ada peningkatan berarti dari usaha saya ini, bahkan akhir – akhir ini cenderung menurun. Padahal saran ke orang pintar sudah saya lakukan, mohon saran dan masukannya kalau bisa !

Agusman di Sentani, 08524470xxxx

Jawaban :

Pak Agus, untuk keluar dari masalah sepinya pembeli, tidak perlu ke “orang pintar” tapi Pak Agus harus kerja keras dan kerja pintar. Pengalaman selama 4 tahun saya yakin sudah mengajarkan banyak hal kepada Pak Agus.

Saya berbicara dan memberi masukan ini bila saya menjadi seorang pembeli, karena saya akan mendatangi atau berbelanja ke sebuah toko pakaian apabila, begitu menengok tampilan depan toko saya akan berhenti dan kepikiran untuk sekedar mampir dan melihat – lihat, begitu masuk dan di pintu saya mendapat sambutan yang hangat, membuat saya betah dan ingin lebih lama lagi melihat koleksi toko pakaian tersebut.

Setelah melihat bahwa koleksi pakaiannya bagus – bagus, dan juga harga yang ditawarkan sesuai dengan kantong saya serta sebanding dengan kualitasnya, maka saya memutuskan untuk membeli, pada awalnya saya hanya ingin beli satu pasang, akan tetapi karena kenyamanan berbelanja yang ditawarkan toko pakaian tersebut akhirnya saya hampir 2 jam lebih berada di situ dan membeli beberapa potong pakaian.

Karena puas dengan pelayanan, keesokan harinya saya mengabari beberapa teman – teman tentang toko pakaian yang sudah saya kunjungi.

Dari ilustrasi diatas saya rasa Pak Agus sudah bisa mengambil kesimpulan, kenapa toko pakaian yang Pak Agus kelola kalah bersaing, apalagi sekarang toko pakaian di Sentani mulai banyak, jadi bila tidak ingin ditinggal pelanggan, segeralah berbenah.

Pembenahan yang pertama bisa di mulai dari merubah tampilan depan dan interior ruangan toko anda, gunakan jendela – jendela kaca bening yang lebar, sehingga seluruh isi ruangan terlihat menyolok dari luar, interior juga gunakan warna menyolok sesuai thema yang hendak di usung, bisa dominan hitam merah misalnya, atau mau warna – warni dengan pemanfaatan ruangan dan permainan cahaya.

Sebisa mungkin tatapan pengunjung melihat toko anda merasa nyaman dan teduh, sehingga bila bermaksud memajang boneka peraga atau sejenisnya jangan terlalu menyita seluruh ruangan jendela yang ada, berikan tampilan elegan melalui permainan cahaya.

Pelayanan juga sangat menentukan, dengan berpijak pada filosofis Pembeli Adalah Raja, berikan pelayanan terbaik, begitu pembeli masuk ke toko Anda sambut dengan senyum ramah dan antar serta tawarkan diri untuk membantu mereka berbelanja, jangan sampai ada pelanggan Anda yang merasa terabaikan, apalagi dia sampai menunggu lama karena ingin mengetahui informasi harga atau ukuran suatu produk.

Yang terpenting juga adalah pakaian yang anda jual sebisa mungkin up to date, alias tidak ketinggalan jaman, dan semuanya terlihat fresh dan baru tidak kusam apalagi lecek atau kusut.

Penataan posisi pakaian di almari pajang juga harus diperhatikan, dengan menyesuaikan kondisi ruangan yang ada, dan untuk kenyamanan toko anda bisa dilengkapi AC maupun kipas, sehingga pembeli betah berlama – lama untuk melihat – lihat seluruh koleksi toko anda.

Kalau beberapa hal diatas sudah Pak Agus benahi saya yakin, dalam waktu 10 hari omzetnya akan meningkat, bagaimana untuk memperbaiki semua itu, saya rasa pengalaman 4 tahun di usaha tersebut dan tetap eksis mengajarkan banyak hal kepada Pak Agus. Jadi kunci suksesnya hanya satu, JANGAN TUNDA SEKARANG JUGA DIKERJAKAN !

Ingin Tahu Apa Itu Program SIYB

Sumber : Rubrik PEC Tabloid SUARA PAPUA
Tanya :
Menarik sekali baca tulisan di SUARA PAPUA edisi kemarin tentang Program SIYB dari ILO. Mohon penjelasannya lebih lengkap terkait program dimaksud ?
Samsul, Abepura


Jawab :
Start and Improve Your Busines (SIYB) adalah sebuah program kewirausahaan bagi kaum muda yang di gagas oleh Lembaga Perburuhan Internasional (ILO), dimana program ini merupakan satu paket pelatihan dan pendampingan yang terdiri dari 3 paket yakni Generate Your Business (GYB) / Gali dan Temukan Ide Bisnis Anda diperuntukkan bagi mereka yang belum mempunyai ide bisnis, sedangkan Start Your Business (SYB) atau Mulai Bisnis Anda untuk mereka yang sudah memiliki ide bisnis tapi belum berani untuk memulai dan pakte lainnya adalah Improve Your Business (IYB) atau Kembangkan Bisnis Anda yang diperuntukkan bagi mereka yang sudah punya usaha dan ingin mengembangkan.

Paket Program SIYB ini terdiri dari modul, dan bahan praktek untuk memahami bisnis dengan metode sederhana dan mudah dicerna, dimana setelah mengalami beberapa kali penyempurnaan, SIYB kini sudah di adopsi di sekitar 60 negara di dunia.

Dan untuk di Papua sendiri, baru – baru ini telah dilakukan Trainer or Trainer (ToT) bagi calon – calon Trainer SIYB untuk wilayah Papua dan Papua Barat, dan penulis adalah salah satu calon Trainer yang mengikuti ToT yang di gelar di Makassar tersebut.
Dengan mengikuti pelatihan ini, dijamin, kita yang belum puny ide bisnis, akan terbantu untuk menemukan ide bisnis di sekitar kita sesuai dengan peluang dan kemauan kita tentunya, dan bagi kita yang sudah puny aide bisnis akan terbantukan untuk segera mulai mnide bisnis kita itu.

Dan bagi mereka yang sudah bertahun – tahun menekuni sebuah usaha tapi tidak ada perkembangan, alias usahanya jalan ditempat, dengan menikuti program SIYB ini, dipastikan kita bias mengembangkan usaha kita.

Saya Ingin Buka Usaha Salon di Waena, Prospek Tidak Ya ?

(Sumber : Rubrik PEC ;Tabloid SUARA PAPUA)
Saya punya pengalaman kerja di Salon terkenal sewaktu di Jawa, dan saat ini saya tinggal di Waena sambil bekerja di sebuah salon di SAGA Abepura, saya ingin membuka usaha salon sendiri, bisa tidak ya ?
Vivian, Waena

JAWAB WLAHAMRI WAHID :
Saya akan mencoba membantu Vivian menemukan jawabannya ! Bisa tidak ya ? Pertama Vivian tanya dan koreksi diri dulu, udah berapa lama menekuni bidang tersebut, kenali kelebihan dan kekurangan yang Vian miliki, mungkin Vian pintar rebonding, atau SPA, tapi ternyata belum mahir make up, atau potong rambut, nah ….. yang harus dilakukan adalah investasi dulu, maksudnya belajar dulu ….. mumpung kerja di salon yang sudah terkenal jadi Vian mulai bekali diri dengan belajar untuk bisa (mahir) semua keterampilan yang dibutuhkan oleh seseorang yang ingin terjun di dunia salon. Kalo Vian udah yakin pasti deh Vian bisa buka salon sendiri. Nah, …… pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya supaya bisa buka di Waena ? Pertama – tama pasti lihat kesiapan Vian dulu, jangan gegabah dan terlalu cepat ambil keputusan.

Lakukan survey kecil – kecilan, pelajari pola kunjungan ke salon orang – orang sekitar kompleks, mungkin sambil tetap bekerja, jajaki dengan memasang papan nama kecil menawarkan jasa salon, lihat kalau dalam sebulan peminat cukup banyak atau tidak, kalo sebulan bisa nyampe 10 pelanggan aja, itu sesuatu yang luar biasa, berarti ada konsumen atau pasar yang bisa digarap lebih serius.

Kalo melihat sekikas memang daerah seputaran Waena sangat prospek untuk usaha salon, karena daerah pemukiman dan biasanya ibu – ibu senang kalau tidak harus pergi jauh untuk mempercantik diri. Tapi yang terpenting adalah service, karena bila service yang ditawarkan jelek, di sebelah rumah sekalipun saya juga ogah untuk datang, tapi biar jauh kalo servicenya memuaskan pasti orang akan datang. Pelajari dulu service apa yang diberikan oleh salon – salon yang rame dikunjungi orang, bagaimana cara melayani, kualitas kerja, dan hal – hal lainnya. Ingat bisnis salon bisnis yang mengedepankan faktor kedekatan yang subjektif, jadi dekatkan diri dan usaha anda kepada konsumen maka mereka tidak akan pernah berpaling. Jadikan mereka raja sehari selama dalam penanganan Anda.

Jadi jangan tunda lagi ya, prospek tidaknya usaha salon di Waena, anda yang lebih mengenal dan mengetahui daerah tersebut, karena usaha dimanapun tidak akan bangkrut kalo mau sabar, belajar dan berusaha terus, tinggal tunggu waktu saja. Jangan lupa pasang target untuk jangka waktu tertentu, susun strategis pemasarannya, dan evaluasi kekurangan maupun kelebihan kita selalu.

Rabu, 17 September 2008

USAHA KURANG MODAL, KARYAWAN PADA KABUR ?

From: aly
Subject: Re: [SIYBIndo] REHAT
To: SIYBIndo@yahoogroup s.com
Date: Wednesday, September 17, 2008, 11:08 AM

ada bagusnya... temen2 menulis artikel di millis ini tentang pengalaman-pengalam an yang bisa dijadikan inspirasi, baik dalam berwirausaha maupun menjalani hidup ini,atau permasalahan- permasalahan untuk dijadikan bahan diskusi...okey. ..pak kholili....oke. ...

saya mulai dengan saya
begini... ada temen saya akhir-akhir ini usahanya agak surut karena persaingan2, dll. dan sebetulnya temen saya ini sangat punya banyak ide tentang marketing, dll. tapi teman saya ini, lagi-lagi terganjal UUD (Ujung-Ujungnya Duit), teman saya ini tidak bisa menekan karyawan karena gaji yang diberikan saat ini bisa dibilang "kurang" karena omset turun...karyawannya yang mulai gelisah dan lirik-lirik tetangga, alias mau kabur..., akhirnya temen saya ini bekerja one man show... untuk pemasaran... agar bisa meningkatkan omset dan bisa memenuhi gaji standar kayawannya.. . (sungguh mulia niatnya), tapi lagi-lagi... mentok.. karena tenaga yang dimiliki sangat terbatas...

dari cerita diatas... ada temen yang bisa kasih saran... untuk sama membantu teman saya ini....

salam SIYB...
aly

JAWAB :
FROM : WALHAMRI WAHID

ide bagus tuh Pak Aly !, ia kita jadikan media ini untuk sharing dan berbagi ceirta untuk mencari solusi.

Kalo boleh nimbrung ke dalam soalan yang dihadapi teman Pak Aly, kayaknya itu cerita yang pernah saya alami juga tuh sebagai orang yang mau belajar menjadi enterpreneur.

datanya agak kurang sih, nih usahanya di bidang apa ya ? aku anggap di sektor perdagangannya aja ya ?

persoalannya adalah
1. modal kurang
2. karyawan tidak betah, mau minggat terus

tapi kalo aku baca ceritanya persoalannya bukan di modal aja tuh, bagaimana pemasukannya ? cukup nda untuk menutupi keseluruhan biaya operasionalnya ? ataukah bisa kembali modal nda sampai pada masa tertentu (BEP) nya berapa lama ?

kalo soalannya dua hal diatas menurut pengalaman saya ya, solusi yang bisa kita ambil :
1. modal kurang
a. cari informasi peluang - peluang untuk memperoleh suntikan modal dari pihak ketiga, bisa bank, teman, saudara, atau siapa saja yang menurut kita bersedia dan tertarik untuk membantu kita dalam hal permodalan. dan modal itu akan selalu menghampiri setiap usaha yang memiliki prospek menjanjikan serta punya peluang bagus untuk di kembangkan, jadi hal awal yang perlu dilakukan cobalah buat hitung - hitungan perkiraan pemasukan, pengeluaran dalam sebulan misalnya, dan dengan besaran modal yang sudah ditanamkan saat ini, kira - kira berapa lama akan kembali modal. kalo usahanya prospek pasti deh ada yang tertarik dan mau bergabung memberikan suntikan modal, termasuk juga Bank.

b. perlu dikaji lebih dalam, ini khan bukan usaha baru ya, pasti sudah punya modal, kalo terjadi defisit terus bisa jadi sebenarnya persoalannya adalah tidak adanya keseimbangan, maksud saya lebih besar pengeluaran daripada pemasukan ni. kalo pengeluaran untuk menunjang usaha tidak jadi masalah, tapi yang jadi soal adalah kalo pemasukan usaha dipake untuk pengeluaran pribadi atau urusan lain di luar dari kepentingan usaha, biasanya yang sering terjadi sebenarnya kondisi ini sih.

c. kalo udah diketahui persoalannya dimana pasti deh persoalan modal bukan masalah lagi, ia khan ? karena masalahnya bukan di kekurangan modal, tapi pemanfaatan modal yang kurang tepat, dan untuk usaha yang sedang berjalan kendalanya bukan di modal operasional, biasanya di modal investasi dan pengembangan usaha, dimana produktifitas menururn karena adanya penyusutan alat produksi dan investasi, sedangkan kita tidak mampu saving karena memenuhi keperluan pribadi, jadi kita merasa tekor dan modal habis.

2. masalah karyawan yang mau kabur terus (tidak betah)
a. jangan pernah menganggap karyawan sebagai orang lain, untuk memahami karyawan selama ini saya menggaji diri saya sendiri sehingga saya tahu hal apa dan bagaimana sih seorang karyawan ingin diperlakukan. sebagai seorang pekerja saya akan betah di lingkungan kerja yang menghargai keberadaan saya dulu, walaupun gaji saya besar tapi saya merasa tidak nyaman dengan lingkungannya pasti saya akan berhenti dan keluar, dan itu pernah sayab lakukan, jadi perlakukan karyawan sebagai asset dan berikan penghargaan bukan pujian murahan saban harinya, bagaimana cara sederhana untuk memberikan penghargaan dan menganggap mereka sebagai asseet, berikan mereka tanggung jawab yang terukur dan jelas, sehingga ia bisa mengukur dirinya sendiri apakah ia termasuk karyawan potensial atau karyawan yang malas, kalo dia sudah memahami kekurangan dan kesalahannya sendiri kita akan lebih mudah membina dan mengarahkan mereka.

b. tidak semua karyawan matre alias mengutamakan besaran gaji yang mereka terima, karyawan saya beberapa orang diantaranya berpendidikan sarjana (saya tidak tamat kuliah), mereka terbiasa hidup nyaman di kota dengan fasilitas dari orang tua, bahkan ada yang sudah bekerja di sebuah perusahaan besar dan mapan dengan gaji diatas dari yang saya tawarkan, tapi mereka bersedia dan betah ikut saya, kerja di hutan dengan masyarakat kampung, jauh dari fasilitasm, tidur di atas dipan darurat dengan kasur tipis, masak sendiri atau bergiliran, gaji kadang 3 bulan sekali baru terima, tapi mereka semua enjoy, bahkan ketika ada gejolak di dalam lembaga, mereka loyal kepada saya dan angkat kaki dari lembaga (walau ini contoh yang salah ya dalam sebuah sistem), tapi saya tahu mereka - mereka mau kerja dengan saya karena ada sesuatu "nilai" yang tidak bisa di ukur dengan uang, jadi saran saya kenali dulu dan gali motivasi dari karyawan kita itu. nah untuk yang tipe begini sebaikinya saya sarankan kita memberikan mereka dalam bentuk saham bukan semata - mata gaji, karena mereka akan lebih giat lagi bekerja, sehingga dia akan bekerjsa keras dan sungguh - sungguh karena tahu bahwa usaha ini adalah usaha mereka juga, komposisi bagi hasil di akhir tahunnya di sesuaikan atau di patok target - target dengan sistem yang jelas dan transparan.

c. kaitannya dengan tanggung jawab tadi, coba kita bangun sebuah sistem yang jelas dan tegas, karena bagaimanapun karyawan lebih betah bekerja dalam sebuah sistem yang mampu mengawasi daripada bekerja di bawah tatapan melotot :BOSS: yang tidak mau meninggalkan tempat duduknya, kalo kita udah bangun sistem kita sebagai pemilik (owner) bisa tidur - tidur, jalan - jalan atau buka usaha baru lagi, kalau ada sistem yang jelas dan bagus, maka pembagian tanggung jawab juga jelas, maka karyawan merasa punya tanggung jawab dan merasa di hargai, tapi kalo semua serba semrawut dan tergantung instruksi BOSS saja, dipastikan mereka tidak ada motivasi dan kreatifitasnya tumpul, seperti kerbau yang dicocok hidungnya aja kalo di suruh kerja harus di tarik - tarik atau diteriaki dulu.

sebagai tambahan saya pernah alami seperti teman Pak Aly tuh, saya kurang yakin dengan kemampuan orang sekitar saya, jadi mereka selesai kerja saya koreksi lagi, kasih duduk mereka di depan saya dan saya berlaku seperti seorang yang paling tahu dan paling hebat, atau karena tidak mau jengkel saya ambil alih tugas yang saya berikan ke mreka dan semuanya mau saya tangani, dan apa yang saya terima, karyawan saya tersinggung dan kabur semua, dan saya yang akhirnya kewalahan sendiri, jadi tidak punya waktu untuk jalan - jalan, atau sekedar nonton TV.

Tapi coba kalau teman Pak Aly tuh bangun sistemnya dulu, bagaimana alurnya barang masuk, apa yang harus dilakukan, bahkan saya membuat sistem sampai berapa jumlah uang yang harus di tinggalkan di dalam kas apabila pergantian kasir, misalnya uang kas harus 50.000 dengan rincian 10.000 2 lembar, 5.000 3 lembar, 1.000 harus 20 lembar, ..... emang kesannya bertele - tele tapi semua persoalan tidak ada hambatan, tidak pernah saya dengar mereka teriak - teriak minta uang kecil atau minta tolong dibantu tukarkan uang di tempat lain, itu hanya sebagai ilustrasi dan contoh bagaiman sebuah sistem berjalan dan bekerja.

Kita kadang berpikir, kalo kasih orang lain yang kelola usaha kita, kita bisa di curangi, atau mungkin akan di korupsi akhirnya kikta memilih 10 jam menunggui usaha kita itu,

sebagai ilustrasi, kalo sehari usaha kita berpenghasilan 1.000.000, karena mau hemat kita tidak pake karyawan dan kita kelola sendiri, kita berasumsi kita bisa hemat 600.000 misalnya, berarti dalam setahun kita bisa menghemat pengeluaran 7.200, sehingga penghasilan kita utuh masuk Rp 12.000.000. tapi kita kehilangan waktu untuk kumpul dengan keluarga, tidak punya waktu bersantai, tiba - tiba kita sakit, maka kita punya usaha tutup.

Tapi kalo kita bangun sistem dan percayakan kepada orang dan kita cukup meluangkan waktu 2 - 3 jam untuk mengontrol, sehingga kita punya waktu 7 jam untuk melakukan hal lainnya termasuk membuka usaha dan peluang baru.

seandainya kita bisa membuka usaha baru dengan penghasilan sebulan Rp. 1.000.000 juga, sedangkan penghasilan bersih kita setelah potong gaji dari usaha kita yang pertama, Rp. 4.800.000, jadi dalam setahun penghasilan kita bukan 12.000.000 aja, tapi menjadi
Rp 4.800.000 + Rp. 12.000.000, = 16.800.000/tahun

coba kalo kita mantapkan sistem dari usaha kita yang kedua, dan meluangkan waktu 2 - 3 jam saja untuk mengntrol, dan kita kembali bisa buka usaha baru, berapa penghasilan kita dalam setahun di tahun ketiga ?

di tahun keempat saya yakin kita sudah bisa bersantai, jalan - jalan ke Bali, ke Aceh, ke Papua, dan juga bisa bagi - bagi zakat seperti yang di Pasuruan kemarin, dengan demikian usaha bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk usaha kita, karena saya yakin tidak ada yang mau menjadi karyawan seumur hidup, dan banyak kasus saya temui teman - teman saya juga merasa sudah menjadi owner, padahal ia bekerja dari pagi sampai malam, dan tidak ada waktu untuk menikmati jerih payahnya, dan yang bekerja dari siang - malam itu hanya pegawai / karyawan, jadi kita jadi karyawan untuk usaha kita sendiri ? capek deh ???

itu aja saran singkat dari saya, tidak terlalu ilmiah saya rasa, tapi berdasarkan apa yang saya alami dan saya rasakan, dan saya juga saat ini sedang belajar menerapkannya karena saya ingin pensiun di usia 30 tahun nanti, setahun lagi ya !!